Home / Buletin Militer / ASOPS KASAD : BUDAYA DAERAH MALUKU SANGAT BEDA DENGAN KALIMANTAN

ASOPS KASAD : BUDAYA DAERAH MALUKU SANGAT BEDA DENGAN KALIMANTAN

Samarinda (14/02). Untuk kesekian kalinya, Satgas Yonif 611/Awang Long melaksanakan gelar baik pasukan, material maupun perlengkapan dalam rangka persiapan penugasan ke daerah rawan Maluku dan Maluku Utara. Kali ini giliran Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat (Asops Kasad) Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim yang didampingi Waaslog Kasad Brigjen TNI Bayu Purwiyono melakukan pengecekan dan menerima paparan dari Dan Yonif 611/Awang Long sekaligus memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit sekaligus Korum Satgas Yonif 611/Awang Long.

Kunjungan Asops Kasad kali ini juga diikuti oleh sejumlah pejabat dari Kodam VI/Mulawarman, diantaranya Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman Brigjen TNI Wiyarto, S.Sos, Asintel Kasdam VI/Mlw, Asops Kasdam VI/Mlw,Aslog Kasdam VI/Mlw dan Kapendam VI/Mlw. Selain itu turut mendampingi pula, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Gadang Pambudi, Kasrem 091/ASN Kolonel Inf Aminullah, Dandim 0901/Samarinda Letkol Inf Junaidi. M, Dandim 0906/Tenggarong Letkol Inf Dendi Suryadi, para Kasi Korem dan Kabalak.

Tepat pukul 10.40 wita, Asops Kasad menerima jajar kehormatan dari regu jaga kemudian langsung menyalami anggota regu jaga, namun sebelum menuju Mako Yonif 611/Awang Long terlebih dahulu Asops memeriksa rumah jaga dan ruang piket Yonif 611/Awang Long dan menanyakan apakah ada tahanan atau tidan dan dijawab tidak ada oleh Piket.

Setelah menerima paparan Danyon, Asops Kasad langsung menuju lapangan untuk melaksanakan pemeriksaan pasukan maupun gelar alat kelengkapan yang akan dibawa tugas, kemudian dilanjutkan pengarahan kepada prajurit sambil duduk di lapangan belakang kantor Mako Yonif 611/Awang Long.

“Pertama kali saya menginjakkan kaki di pangkalan ini, muncul kebanggan saya begitu melihat pangkalan yang begitu bersih dan rapi, ini meyakinkan saya bahwa prajurit Yonif 611  pasti akan berhasil dalam melaksanakan penugasan nantinya” ungkapan awal yang disampaikan oleh Asops Kasad dalam mengawali arahannya yang disambut tepuk tangan oleh seluruh prajurit. Selanjutnya Asops Kasad menyampaikan beberapa petunjuk dan arahan bahwa penugasan di daerah rawan Maluku dan Maluku Utara agar setiap prajurit benar-benar memahami tugasnya, kenali dan pelajari budaya setempat karena disana adat dan budaya sangat berbeda dengan di Kalimantan, dan apabila terjadi konflik antar warga jangan sekali-kali memihak salah satu kelompok terutama prajurit Yonif 611 yang asal Maluku “Disana mamsih ada kelompok-kelompok yang berusaha memisahkan diri dari NKRI dengan tetap ingin mendirikan Negara RMS, jadi itu yang sampai saat ini masih menghambat percepatan pembangunan daerah tersebut” jelas Wakasad.

Tak lupa Asops Kasad memberikan arahan dan penekanan khusus bagi prajurit yang tinggal di home base atau Korum agar benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik, “Kakorum tugasmu sangat berat, jangan sampai ada istilah pagar makan tanaman”. Asops juga memberi perhatian khusus bagi prajurit yang sudah berkeluarga agar membina rumahtangga dengan baik “janganlah terbebani dengan adanya penugasan ini, karena penugasan tak lama, hanya enam bulan” tegasnya.

Diakhir pengarahannya, Asops Kasad menberikan angin segar bagi prajurit Yonif 611 yang ingin merasakan tugas ke luar negeri seperti Lebanon, namun dengan catatan tugas harus berhasil baik yang di daerah penugasan maupun yang tinggal di home base, “Ada kebijakan pimpinan TNI bahwa apabila salah satu satuan dinilai berhasil dalam tugas baik di Pam Batas Kalimantan, di Maluku maupun di Papua, bagi yang mendapat penilaian terbaik akan diberi kesempatan menjadi bagian dari pasukan perdamaian PBB yang tugas ke luar negeri seperti Lebanon” pungkasnya.

Sebelum meninggalkan Mako Yonif 611/Awang Long, Jenderal berbintang dua itu sempat memberikan surprise khusus bagi prajurit yang bersasal dari daerah Maluku yang berjumlah 32 orang, dengan membagikan uang sebesar seratus ribu rupiah tiap orang yang diterima dengan sukacita para prajurit tersebut. (Penrem 091/ASN)