Home / Buletin Militer / WARGA KOREM 091/ASN DOA BERSAMA MENGENANG GUGURNYA PAHLAWAN REVOLUSI

WARGA KOREM 091/ASN DOA BERSAMA MENGENANG GUGURNYA PAHLAWAN REVOLUSI

Samarinda (30/09) Seluruh Prajurit dan PNS Korem 091/ASN dan Balak Aju jajaran Korem 091/ASN mengikuti kegiatan do’a bersama yang digelar di Makorem 091/ASN Jl. Gajah Mada No 11 Samrinda. Untuk yang beragama Islam membaca surat Yasin dilanjutkan tahlil dan do’a bersama di Masjid Baitussalam Korem 0901/ASN yang dipimpin oleh Ustadz KH. M. Mansyur, sedangkan yang beragama Nasrani melakukan kebaktian di Aula Manunggal Makorem 091/ASN.

Dalam sambutan tertulis Komandan Korem 091/ASN Brigjen TNI Gadang Pambudi yang dibacakan oleh Kasrem 091/ASN Kolonel Kav Budi Edwar, S.Ip menyampaikan bahwa lembaran hitam sejarah bangsa Indonesia tertoreh, dimanatragedi gugurnya paraPahlawan Revolusi, para Jenderal Angkatan Darat yang terbunuh dalam peristiwa pengkhianatanatau pemberontakan PKI pada tanggal 1 Oktober 1965 menjelang waktu subuh.Peristiwa pemberontakan tersebut bagi bangsa Indonesia merupakan suatu pengkhianatan yang keji dan permainan yang kotor dalam berpolitik dan bernegara yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia yang menginginkan perpecahan, yang bertujuan mengganti ideologi negara pancasila dengan ideologi komunisme. Mereka berkhianat kepada pemerintah yang sah, rakyat, serta kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta berkhianat kepada semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika. Apa yang kita lakukan pada hari ini, mengandung makna yang sangat dalam, karena selain sebagai sarana dan wahana untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa juga sebagai wujud penghormatan dan penghargaan kita kepada para pahlawan.

Lebih lanjut Danrem mengatakan bahwa do’a bersama ini juga mengajak kita agar senantiasa mawas diri terhadap upaya-upaya sistematis dari kebangkitan komunis yang dilakukan oleh penganut dan simpatisannya, sebagaimana kita rasakan dan saksikan belakangan ini. Upaya-upaya sistematis menghidupkan kembali faham komunisme, bukanlah hal yang sulit mereka lakukan, karena atmosfirnya memang memungkinkan untuk itu. Manuver yang dilakukan antara lain dengan membuat dan menerbitkan tulisan-tulisan atau produk-produk cetak maupun di jaringan dunia maya yang memuat penyimpangan terhadap sejarah, guna membangun opini seakan-akan komunis tidak bersalah dalam rangka penghapusan dosa-dosa dan pengkhianatan mereka terhadap rakyat, bangsa dan negara Tidak dapat dipungkiri, bahwa begitu banyak dan bervariasinya upaya-upaya yang dilakukan oleh musuh-musuh bangsa ini, untuk memaksakan kehendaknya yang nyata-nyata bertentangan dengan tujuan dan cita-cita perjuangan bangsa indonesia, yaitu membangun masyarakat adil dan makmur dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta Bhinneka Tunggal Ika. Itulah sebabnya, apabila ada upaya-upaya yang ingin menghambat atau menyimpangkan tujuan dan cita-cita perjuangan bangsa, sebagaimana peristiwa 48 tahun silam, kita semua patut untuk mencegah dan menumpas-nya. Kita menyadari betul bahwa tragedi itu merupakan peristiwa yang membawa duka sangat dalam bagi bangsa ini. Peristiwa itu telah menjadi saksi akan keberanian para pahlawan revolusi menghadapi nafsu angkara murka dari para pengkhianat bangsa dan negara. Semangat rela berkorban yang demikian luhur dan agung yang telah dibuktikan oleh pahlawan revolusi, patut menjadi contoh dan teladan bagi kita sebagai generasi penerus.

Pada kesempatan tersebut Danrem mengajak seluruh prajurit dan PNS Korem 091/ASN, sejenak menundukkan kepala memberikan penghormatan dan penghargaan yang paling tinggi atas segala pengorbanan tanpa pamrih yang telah diberikan oleh para pahlawan revolusi serta berdo’a semoga arwahnya dapat diterima disisi-Nya

Hadir dalam kegiatan yang berjalan khidmad dan tertib tersebut diantaranya Kasrem 091/ASN Kolonel Kav Budi Edwar, S.IP, para Kasi Korem 091/ASN, para Dansat/Kabalak Aju dan sejumlah Perwira Staf. (Penrem 091/ASN)

%d blogger menyukai ini: