Home / Buletin Militer / YONIF 611/AWL HANCURKAN GPK DI WILAYAH SAMBOJA

YONIF 611/AWL HANCURKAN GPK DI WILAYAH SAMBOJA

Samarinda (29/10) GPK (Gerakan Pengacau Keamanan) dengan kekuatan 90 orang menggunakan senjata campuran yang selama ini beroperasi di wilayah Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Kaltim, dihancurkan oleh pasukan Batalyon Infanteri 611/Awang Long (Awl) hanya dalam waktu 3 hari. Penghancuran tersebut dilakukan dengan operasi mengintegrasikan semua kekuatan yang ada termasuk pemanfaatan Informasi dan Teknologi mengikuti perkembangan jaman.

Demikian skenario latihan yang dilaksanakan satuan tempur Batalyon Infanteri 611/Awl selama tiga hari mulai dari tanggal 27 s/d 29 Oktober 2015 bertempat di Markas Batalyon kemarin. Latihan tersebut salah satu tujuannya adalah memelihara dan meningkatkan kemampuan Komandan dan Staf, Komandan satuan bawah serta Komandan satuan perkuatan dalam merencanakan suatu operasi yang mencakup hal-hal keterpaduan, kerjasama, koordinasi dalam pengambilan keputusan, taktik dan teknik, olah yudha, pengintegrasian semua kemampuan satuan yang dimiliki dan prosedur serta tata cara kerja yang berlaku dalam suatu posko serta kemampuan komando dan pengendalian operasi komandan yang diaplikasikan menggunakan fasilitas Simulasi Tempur (Simpur) Komputer berbasis teknologi.

Latihan Simpur Komputer tersebut ditutup kemarin tanggal 29 Oktober 2015 ditandai dengan  upacara penutupan yang dihadiri antara lain, Kepala Staf Korem 091/ASN Kolonel Inf Handoko Nurseta, SH, para Kepala Seksi Korem 091/ASN, Kapendam VI/Mlw Kolonel Inf Andi Gunawan, Kabag Bin Fas Pussimpur Kodiklat TNI AD Letkol Inf Luki Lukita selaku Katim Aswaslat, seluruh peserta latihan yaitu Danyonif 611/Awl beserta seluruh staf dan para komandan satuan bawahannya.

Danrem 091/ASN Brigjen TNI Teguh Arief Indratmoko dalam amanat tertulis yang dibacakan oleh Kepala Staf Korem 091/ASN Kolonel Inf Handoko Nurseta, SH, mengatakan, latihan yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan peningkatan pengetahuan dan pengalaman yang bernilai tinggi, karena seluruh teori berdasarkan referensi telah dapat disimulasikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Lebih jauh Danrem mengingatkan, keberhasilan pelaksanaan latihan bukan diukur telah berjalannya mekanisme latihan, melainkan  harus diukur dari bagaimana pelaksanaan latihan posko Simpur dapat mengembangkan dan meningkatkan kemampuan komandan dan staf dalam menyelesaikan permasalahan yang ditemui baik saat prosedur hubungan komandan dan staf maupun pada saat pengendalian operasi berlangsung.

Diakhir amanatnya Danrem 091/ASN menekankan tentang pentingnya evaluasi disetiap latihan yang diselenggarakan, hal ini dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana kemampuan, apa saja kelemahan dan kekurangan untuk selanjutnya mengambil langkah-langkah penyempurnaan  dalam latihan latihan yang akan datang. (Penrem 091/ASN).

%d blogger menyukai ini: