Home / Buletin Militer / KITA HARUS SELALU BERSATU JANGAN MUDAH DI PECAH BELAH DAN DI ADU DOMBA

KITA HARUS SELALU BERSATU JANGAN MUDAH DI PECAH BELAH DAN DI ADU DOMBA

SAMARINDA. Pangdam VI/Mulawarman (Mlw) Mayjen TNI Sonhadji, S.Ip,MM sebagai narasumber pada temu Regional Muhammadiyah Se – Kalimantan di Ruang Makarti Bhakti Nagari Lantai 3 Kantor PKP 2A III LAN (Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Lembaga Administrasi Negara) Jln. H.M. Ardan Kel. Sempaja Selatan Kec. Samarinda Utara, Minggu (15/10/2017).

Kegiatan ini bertema “Memperkuat dan Memantapkan Sinergi Gerakan Muhammadiyah Berkemajuan”, yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah wilayah Kaltim dengan Ketua Panitia Wakil Rektor 1 UMKT Dr.Ghozali, M.H,M.Kes dan dihadiri 150 orang dari Pengurus Muhammadiyah Se Kaltim.

Sambutan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim KH. Siswanto menyampaikan bahwa pada saat ini TNI sudah tidak usah diragukan lagi dalam menjaga kedaulatan NKRI karena hanya TNI yang saat ini dekat dengan rakyat.

“Muhammadiyah tidak jauh dari TNI dikarenakan Muhammadiyah selalu ikut berjuang bersama TNI sewaktu merebut NKRI dari tangan penjajah. Mari kita dengarkan penyampaian materi dari Pangdam VI/Mlw tentang keadaan atau situasi terkini bangsa Indonesia ini sehingga kita bisa mengambil sikap dengan apa yang terjadi dalam bangsa ini”, katanya.

Selaku narasumber Pangdam VI/Mlw memaparkan materi tentang tantangan dan peluang menjadi bangsa pemenang dalam kompetisi global serta Isu -isu strategis kekinian.

Menurutnya, di masa yang akan datang, di mana energi fosil pada tahun 2043 akan habis dan digantikan dengan bio energi, sasaran konflik akan mengarah pada lokasi sumber pangan yang sekaligus merupakan sumber energi. Indonesia sebagai salah satu negara ekuator yang memiliki potensi vegetasi sepanjang tahun akan menjadi arena persaingan kepentingan Nasional berbagai Negara. Untuk itu, diperlukan langkah antisipasi dan persiapan yang matang agar bangsa Indonesia mampu menjamin tetap tegaknya keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Saat ini banyak berita – berita Hoax yang tersebar melalui media sosial dan saat ini ada sekelompok orang yang dibayar untuk membunuh karakter seseorang dan saat ini negara – negara maju untuk memerangi suatu negara tidak perlu menggunakan senjata tetapi cukup menggunakan Proxy war saja oleh karena itu kita harus selalu waspada terhadap bahaya – bahaya yang masuk ke negara Indonesia”, tambah Pangdam.

“Kita juga akan pernah diingatkan oleh Presiden Soekarno tentang kekayaan alam Indonesia suatu saat nanti akan membuat iri negara – negara di dunia dan Presiden Jokowi juga berkata kaya akan sumber daya alam justru dapat menjadi petaka buat kita.

Indonesia akan di perebutkan atau di hancurkan oleh negara – negara yang cemburu terhadap sumber daya alam kita sehingga kita harus selalu bersatu jangan mudah di pecah belah dan di adu domba karena itu mempermudahkan negara -negara asing masuk ke negara kita.

Hadir dalam dalam acara tersebut Danrem 091/ASN Brigjen TNI Irham Waroihan S.Sos, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim KH. Siswanto, Sekertaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim H. Jaswadi, anggota DPRD TK I Prov. Kaltim Ir. Toha, anggota DPRD TK I Prov. Kaltim Hj. Komariyah, Kasrem Kolonel Inf Frenky E. Riupassa, Asren Kasdam VI/Mlw. Kolonel Arh Kunto, Ka Bintaldam VI/Mlw Kolonel Inf Deny Rezeki, Kapendam VI/Mlw Kol Inf Ketut dan Pengurus Muhammadiyah Se – Kalimantan

(Penrem 091/ASN).

%d blogger menyukai ini: