Home / Buletin Militer / JAGA PERBATASAN NEGARA, INI PRAJURIT BARU YANG GANTIKAN TUGAS YONIF 611/AWANG LONG

JAGA PERBATASAN NEGARA, INI PRAJURIT BARU YANG GANTIKAN TUGAS YONIF 611/AWANG LONG

Dansatgas Yonif 611/Awang Long dan               Dansatgas Yonif 621/Mtg

NUNUKAN – Usai sudah masa pengabdian Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 611/Awang Long (Awl), di Nunukan, Kalimantan Utara. Selama 9 bulan bertugas menjaga daerah perbatasan, prajurit pun akan segera kembali ke markasnya. Selain menjaga kawasan perbatasan negara, telah banyak hal yang dilakukan prajurit TNI di tengah-tengah masyarakat.

Mulai dari bintertas, kegiatan sosial, mengamankan senjata api milik warga, pengamanan TKI, hingga pengungkapan kasus narkotika, serta penggagalan peredaran miras ilegal.

Dengan telah berakhirnya masa tugas prajurit Yonif 611/Awl, tugas mereka pun digantikan oleh prajurit asal Yonif 621/Manuntung (Mtg), Kalimantan Selatan.

Bupati Nunukan Periksa Pasukan 621/Mtg

Rabu (11/10/2017), bertempat di pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, sebanyak 263 prajurit Yonif 621/Mtg tiba di Nunukan, yang disambut langsung oleh bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid, yang juga langsung melakukan pemeriksaan pasukan.

“Prajurit Yonif 621/Mtg nantinya akan bertugas selama 9 bulan kedepan, menjaga wilayah perbatasan negara, terutama patok perbatasan negara,” ucap Dansatgas Pamtas Yonif 611/Awl, Letkol Inf Sigit Hengki P, Kamis (12/10/2017).

Lanjut dia menjelaskan, selain bertugas menjaga wilayah keutuhan NKRI, prajurit Satgas Pamtas juga bertugas untuk mencegah, serta mengamankan tindak kriminalitas, seperti peredaran miras ilegal, illegal logging, illegal fishing, illegal oil, illegal mining, trafficking, peredaran narkoba, serta peredaran sembako ilegal.

Bahkan, prajurit juga dituntut untuk responsif dalam menindaklanjuti informasi mengenai kepemilikan senpi rakitan yang dimiliki warga.

“Barang ilegal memang kerap masuk, termasuk kasus lainnya yang melanggar hukum, serta pengamanan senpi yang kerap dimiliki warga, dan juga penanganan pelintas batas. Prajurit harus berperan aktif mencegah hal tersebut,” ungkapnya.

“Mencegah masuknya teroris, seperti ISIS dari Malaysia ke Indonesia,” tutupnya.

 (Penrem 091/ASN).

 

%d blogger menyukai ini: