Home / Buletin Militer / KOMITMEN KOREM 091/ASN DALAM PENANGANAN KARHUTLA

KOMITMEN KOREM 091/ASN DALAM PENANGANAN KARHUTLA

SAMARINDA. Latihan Posko I merupakan salah satu metode dengan macam latihan taktis tanpa pasukan yang bertujuan untuk melatih unsur komandan dan staf dalam melaksanakan teknik, prosedur dan tata kerja yang berlaku dalam satu satuan untuk merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan serta mengendalikan suatu operasi di satuannya, baik dalam rangka Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Hal ini yang disampaikan Pangdam VI/Mulawarman (Mlw) Mayor Jenderal TNI Sonhadji, S.I.P., M.M dalam amanatnya yang dibacakan Kasdam VI/Mlw Brigjen TNI Muhammad Nur Rahmad pada saat Briefing Latihan pada pelaksanaan latihan Posko I Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) TA 2017 di Hall Makorem 091/ASN Jl. Gajah Mada Samarinda Kaltim, Selasa (24/10/2017).

”Latihan Posko I yang dilaksanakan ini hendaknya tidak dipahami sebagai kegiatan rutin dalam rangka melaksanakan program latihan, akan tetapi harus dipahami sebagai kebutuhan untuk memelihara dan meningkatkan kualitas Prajurit dan satuan secara kelembagaan di dalam menjawab tantangan tugas ke depan”, katanya.

Pangdam menambahkan bahwa latihan ini semakin bernilai strategis, jika dihadapkan dengan tugas yang diemban oleh Korem 091/ASN sebagai Komando Kewilayahan yang secara fungsional bertanggung-jawab menjamin terpeliharanya situasi yang kondusif bagi penyelenggaraan pertahanan negara maupun kepentingan pembangunan nasional di daerah.

”Untuk melaksanakan tugas tersebut, sangat diperlukan kinerja yang profesional dalam menciptakan ruang, alat dan kondisi (RAK) juang yang tangguh sehingga pelaksanaan tugas pokok dapat terselenggara dengan baik” lanjutnya.

Pada pertengahan Agustus 2016, Presiden mengadakan rapat terbatas yang khusus membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Di dalam rapat tersebut, secara tegas Presiden memerintahkan pembentukan posko karhutla hingga tingkat kecamatan, pemasangan peralatan pemantau tingkat kebasahan lahan gambut secara real time, dan juga menginstruksikan kepada setiap kepala daerah untuk segera menentukan status kedaruratan masalah asap di masing-masing daerah yang terindikasi menjadi sumber asap.

Tak hanya itu, Presiden juga menginstruksikan koordinasi yang lebih intensif antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Dalam Negeri, BMKG, BNPB, BRG, TNI, dan Polri dalam pencegahan dan penanganan karhutla ini.

Latihan Posko I dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 24 sampai dengan 26 Oktober 2017 di aula Wira Yudha Korem 091/ASN, kegiatan ini bertemakan Korem 091/ASN melaksanakan penanggulangan terjadinya bencana alam, kebakaran hutan dan lahan di wilayah dalam rangka tugas bantuan kepada pemerintah daerah Kalimantan Timur khususnya Kabupaten Kutai kartanegara dan Kutai Barat.

(Penrem 091/ASN)

 

%d blogger menyukai ini: