SAMARINDA. Usai melaksanakan misi Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia di wilayah Kalimantan Utara, 350 Prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif) 611/Awang Long (Awl) Kodam VI/Mulawarman yang berkedudukan di Samarinda yang dipimpin oleh Komandan Batalyon (Danyon) sekaligus Komandan Satgas (Dansatgas) Letkol Inf Sigit Purwanto akhirnya dapat kembali berkumpul dengan keluarganya.

Kedatangan mereka pun disambut dengan upacara penerimaan purna tugas yang dipimpin langsung oleh Danrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Irham Waroihan S.Sos, di Mayonif 611/Awl Jl. Soekarno-Hatta Kec. Loa Janan Kab. Kutai Kartanegara, Senin (30/10/2017).

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Danrem 091/ASN dalam Amanatnya  yang menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh personel Satgas, karena dinilai telah sukses melaksanakan tugasnya di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

Setelah melaksanakan tugas selama kurang lebih sembilan bulan, para prajurit yang sekarang dengan gagah berdiri tegap di depan kita, telah melaksanakan tugas kehormatan yang diberikan oleh negara untuk menjaga keamanan di daerah Perbatasan RI-Malaysia, yang sarat dengan berbagai macam tantangan serta kompleksnya permasalahan yang dihadapi di daerah penugasan.

Dari laporan periodik yang diterima oleh Komando dan hasil evaluasi pelaksanaan tugas Satgas Yonif 611/Awang Long, kalian telah berupaya secara optimal dan dapat menjaga martabat dan kedaulatan negara dengan keberhasilan menjaga keamanan dan membantu masyarakat.

Dengan di gelarnya Satuan Tugas Yonif 611/Awang Long di wilayah Perbatasan RI-Malaysia, Yonif 611/Awang Long berhasil memberikan efek penangkal terhadap kelompok-kelompok tertentu yang sering melakukan pertikaian, sehingga situasinya menjadi semakin kondusif.

Pendekatan dengan metode Pembinaan Teritorial yang telah kalian lakukan menciptakan iklim percaya ditengah masyarakat.

Prajurit Yonif 611/Awang Long telah mampu melaksanakan tugas yang diberikan dalam menjaga keamanan perbatasan RI – Malaysia dengan sangat baik, antara lain : menggagalkan penyelundupan Narkoba 51,66 gram, Miras 949 botol/kaleng, menerima penyerahan Senjata 83 pucuk, Munisi Penabur 2 Butir, Daging Ilegal 100 Kg dan Deportasi TKI sebanyak 2.172 orang.

Sebagai bahan perbandingan satgas pengamanan RI-Malaysia sebelumnya yaitu Yonif 521/Dadaha Yodha periode Juli 2015 sampai dengan Maret 2016, penangkapan Narkoba 311,03 gram, 8 Penyerahan Senjata 15 Pucuk, Munisi 11 Butir, Miras 5.959 botol/kaleng, TKI 3.778 orang, pangkapan Daging Sapi 50 Kg.

Sedangkan satgas pengamanan RIMalaysia Yonif 614/Rjp periode April sampai dengan Desember 2016 antara lain penangkapan narkoba 93,99 gram, miras 4.047 botol/kaleng, penyerahan senjata 43 pucuk, penyerahan muhandak 9 buah dan penangkapan TKI ilegal 2.611 orang.

Disini terlihat ada peningkatan yang telah dilakukan Satgas Yonif 611/Awang Long, karena keseriusan dan semangat yang telah ditunjukkan dengan baik oleh seluruh prajurit.

“Dari beberapa keberhasilan tersebut, secara umum saya menilai bahwa selama penugasan, kalian telah benar-benar melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan motivasi yang tinggi serta dilandasi semangat, kesungguhan serta sikap disiplin yang tinggi, yang merupakan sendi kehidupan bagi setiap prajurit TNI dimanapun berada dan bertugas. Dengan keberhasilan tersebut, kepada prajurit Satgas Yonif 611/Awang Long, saya ucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan tugas serta Dharma Bhakti yang kalian berikan selama ini”,jelas Danrem.

“Selamat datang dan selamat berkumpul kembali dengan keluarga. Semoga tiap tetesan keringat dan dharma bhakti yang telah kalian sumbangkan, diterima dan dicatat sebagai amal sholeh oleh Tuhan Yang Maha Kuasa”, ungkap Danrem di akhir amanatnya.

(Penrem 091/ASN).

%d blogger menyukai ini: