Home / Buletin Militer / RESEPSI PUNCAK MILAD MUHAMMADIYAH KE 108 H / 105 M DI KALTIM

RESEPSI PUNCAK MILAD MUHAMMADIYAH KE 108 H / 105 M DI KALTIM

SAMARINDA. Danrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Irham Waroihan S.Sos menghadiri acara resepsi puncak Milad Muhammadiyah ke 108 H / 105 M di halaman SD Muhammadiyah 5 Jl. Jakarta Loa Bakung Samarinda, Sabtu (6/1/2018).

Kegiatan resepsi puncak Milad Muhammadiyah ke-108 H/105 M dengan tema “105 Tahun Muhammadiyah Merekat Kebersamaan”.

Hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 091/ASN Brigjen Irham Waroihan S.Sos, Kepala Biro  Kesejahteraan Rakyat  (Kesra) Setprov Kaltim. Drs. H. Elto, M.Si, Pembina Forum Kebangsaan Kaltim H.Jos Sutomo, Ketua PP Muhammadiyah Drs. Hajriyanto Y. Thohari, MA, Ketua PWM Kaltim K.H Siswanto, Ketua MUI Kaltim K.H. Hamri Haz dan mewakili H. Fiter Walikota Samarinda.

Kepala Biro  Kesejahteraan Rakyat  (Kesra) Setprov Kaltim. Drs. H. Elto, M.Si membacakan sambutan Gubernur Kaltim “Mengajak seluruh warga Muhammadiyah yang berada di Kalimantan Timur agar dapat terus memberikan kontribusi dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta dapat terus menegakkan Visi Muhammadiyah demi mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya Islam.

“Beberapa fakta yang tidak bisa kita pungkiri bahwa Muhammadiyah sangat berperperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ialah Muhammadiyah secara konsisten terus mendorong meningkat kualitas sumber daya manusia dalam berbagai tingkat pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai ke sekolah tinggi selalu menjadi favorit”, sambung Gubernur.

“Selain itu beberapa hal positif yang terus di lakukan oleh Muhammadiyah yakni mendorong kemajuan perekenomian, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan berdirinya rumah sakit Aisyiyah yang sudah tidak terhitung lagi berapa banyak layanan kesehatan yang di berikan kepada Masyarakat Kalimantan Timur”, tambahnya.

-Gubernur juga menghimbau kepada warga Muhammadiyah agar tidak terpancing dan terprovokasi atas beredarnya berita-berita Hoax yang akan menimbulkan perpecahan, hindari dan jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu tentang Sara dan tetap menjaga kerukunan, kedamaian demi terlaksananya pemilihan kepala daerah yang tertib, jujur, adil dan aman.