Home / Buletin Militer / Panglima TNI Bangga Dengan Masyarakat di Perbatasan

Panglima TNI Bangga Dengan Masyarakat di Perbatasan

SAMARINDA. Bertempat di Bandara Yuvai Semaring Long Bawan Kec.Krayan Kab.Nunukan Prov Kaltara telah tiba rombongan panglima TNI dan Kapolri menggunakan 5  unit Helicopter dalam rangka Kunjungan kerja Panglima TNI dan Kapolri di wilayah provinsi Kalimantan Utara, Kamis (29 Maret 2018).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menerima laporan dari Danyon Pamtas 141/AYJP Letkol Inf Aan Setiawan D dan dilanjutkan acara tempung tawar dan  penganugerahan gelar nama Dayak Lundayeh kepada Panglima TNI dengan nama “Pun Reneb Bawah”, sedangkan untuk Kapolri “Pun Balang Sangit”, dan Kasad “Pun Kuwer Apait”.

Selanjutnya Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan menuju Pos Kotis Pamtas 141/AYJP Long Bawan Krayan.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyatakan rasa bangga kepada warga masyarakat perbatasan yang memiliki semangat luar biasa, yaitu semangat Merah Putih yang membara demi menjaga dan mempertahankan wilayah yang paling jauh dari Ibukota Provinsi Kalimantan Utara.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kasad Jenderal TNI Mulyono pada saat bertatap muka dengan masyarakat dan Tokoh Adat Dayak Krayan, bertempat di Markas Koramil 0911-06/Krayan, Kabupaten Nunukan.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,Kecamatan Krayan yang berada di Provinsi Kalimantan Utara merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia, namun masyarakatnya memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dan tetap terjaga dengan baik.  “Mari kita jaga wilayah ini, agar kedaulatan NKRI tetap utuh,” tegasnya.

Pada kesempatan berdialog dengan Panglima TNI, tokoh masyarakat wilayah Krayan menyampaikan bahwa salah satu permasalahan utama yang dihadapi adalah susahnya alat transportasi, sehingga harga kebutuhan bahan pokok sehari-hari mahal.

“Saya memahami susahnya alat transportasi di wilayah Krayan, ke depan kita akan dukung pesawat TNI untuk mengangkut kebutuhan pokok masyarakat, sehingga harga bisa ditekan. Tentunya kita akan lihat dulu kesiapan landasan pesawat yang ada di Krayan, untuk menentukan jenis pesawat apa yang bisa digunakan,” tutur Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa melihat potensi geografis wilayah Krayan cukup bagus untuk pengembangan pariwisata, selain itu Krayan merupakan wilayah yang strategis karena merupakan pintu masuk lintas batas negara.  “Diharapkan dengan dukungan alat transportasi yang lebih baik, ke depan Krayan bisa berkembang menjadi lebih maju,” ucapnya.

“Saya akan berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan terkait sarana transportasi di wilayah ini, saya yakin dengan tersedianya alat transportasi akan membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomiannya. Diharapkan turis dari berbagai bangsa akan datang. Mudah-mudahan akan membawa berkah untuk masyarakat di sini,” ujar Panglima TNI.

Pada kesempatan yang sama, Kapolri mengatakan bahwa Polri dengan TNI sepakat untuk memperkuat daerah perbatasan, khususnya perbatasan di Kalimantan yang mempunyai garis perbatasan cukup panjang.  “Ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh salah satu instansi, perlu kerja sama antara aparat keamanan dengan Pemda, Imigrasi, Bea Cukai serta masyarakat untuk mengamankan daerah perbatasan dari ancaman lintas batas illegal dan kejahatan transnasional,” jelasnya.