Home / Buletin Militer / DANREM TEKANKAN NETRALITAS DAN TIDAK TERLIBAT POLITIK PRAKTIS

DANREM TEKANKAN NETRALITAS DAN TIDAK TERLIBAT POLITIK PRAKTIS

SAMARINDA. Ratusan prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (ASN) Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) mengikuti upacara bendera minggu pertama bulan April dan Korps Raport Kenaikan Pangkat Periode 1 April 2018, di  lapangan Upacara Makorem 091/ASN, Jl. Gajah Mada No 11 Samarinda Kaltim Senin (2/4/2018).

Sedangkan pasukan upacara terdiri dari kelompok Pamen, Pama/Bati/Kowad, Korsik, Ton Denpom VI/1, Kodim 0901/Samarinda, Balak Aju, Korem 091/ASN, Yonif 611/Awang Long, Aparatur Sipil Negara (ASN) putra dan putri.

Upacara berlangsung khidmat, dengan urutan acara pembacaan teks Pancasila oleh Irup dan diikuti oleh seluruh peserta Upacara dilanjutkan dengan pembacaan Perintah Harian Panglima TNI dan pengucapan Sapta Marga.

Bertindak selaku inspektur Upacara Dandim 0901/Samarinda Letkol Kav M. Arifin, SH membacakan amanat Danrem 091/ASN Brigjen TNI Irham Waroihan S,Sos “Perlu saya ingatkan, bahwa tahun ini merupakan tahun Politik.  Beberapa wilayah di Jajaran Korem 091/ASN akan melaksanakan Pilkada serentak baik pemilihan Gubernur, Bupati maupun Walikota. Untuk wilayah Korem 091/ASN akan dilaksanakan 1 Pilkada Gubernur Provinsi Kalimantan Timur dan 1 Pilkada Kabupaten yaitu wilayah Penajam Paser Utara serta 1 Pilkada Walikota Tarakan.  Berkaitan dengan hal tersebut perlu saya ingatkan kepada seluruh prajurit Korem 091/ASN agar bersikap Netral dan tidak terlibat Politik Praktis”.

Danrem menambahkan “Dalam upaya mensukseskan dan mengamankan pesta demokrasi Pilkada di wilayah Korem 091/ASN perlu dibangun sinergitas antara TNI-Polri sebagai upaya untuk saling membantu, menguatkan dan mendukung pelaksanaan tugas pengamanan kegiatan tersebut. Sedangkan untuk seluruh Prajurit Korem 091/ASN harus mengimplementasikan Netralitas TNI dengan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis dalam bentuk apapun. Pedomani hal-hal yang menjadi larangan bagi Prajurit TNI untuk menjaga Netralitas”.

“Baru saja Kita menyaksikan Laporan Korps Kenaikan Pangkat. Bagi setiap prajurit kenaikan pangkat bukanlah merupakan sesuatu penghargaan yang diberikan secara otomatis, tetapi melalui suatu rangkaian penilaian yang telah diatur dan ditetapkan kriteria yang ketat. Di antaranya prajurit tersebut harus mampu menunjukkan moralitas, prestasi dan dedikasi yang tinggi dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawab jabatannya serta dalam kehidupannya sehari-hari”, jelasnya.

Perlu diketahui bersama bahwa untuk Kenaikan Pangkat periode 1–4–2018 diberikan kepada 210 orang terdiri dari Pamen 7 orang, Pama12 orang, Bintara 148 orang, dan Tamtama 43 orang.

Bagi prajurit yang pada periode ini menerima kenaikan pangkat, mereka sudah melalui suatu proses usulan dari satuan bawah ke satuan atas berdasarkan penilaian beberapa kriteria meliputi kelengkapan administrasi, bersih dari sanksi-sanksi pelanggaran, kondisi kesamaptaan jasmani yang baik, memenuhi ketentuan norma disiplin dan profesionalisme (kecakapan dan keterampilan) serta prestasi kerja yang baik di samping pembinaan terhadap keluarga yang baik pula, yang dilandasi Sapta Marga dan Sumpah  Prajurit serta 8 Wajib TNI.

“Dengan kenaikan pangkat tersebut, kita boleh saja berbangga, namun di balik itu kita juga harus semakin pandai bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kenaikan pangkat ini. Yakinlah bahwa dengan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, nikmat yang kita  peroleh akan selalu ditambah” pesannya.

“Selain itu, hendaknya disadari juga bahwa keberhasilan dalam memperoleh kenaikan pangkat ini tidak terlepas dari peran keluarga dalam memberikan dorongan moril di saat-saat kita dalam keadaan susah, dalam keadaan tertekan maupun dalam keadaan senang dan gembira. Untuk itu sudah sepatutnya memberikan penghargaan dan berterimakasih kepada keluarga, istri dan anak-anak kita”, tutupnya.