Home / Buletin Persit / HUT 54 Dharma Pertiwi Isteri Prajurit Tiga Angkatan Ziarah TMP

HUT 54 Dharma Pertiwi Isteri Prajurit Tiga Angkatan Ziarah TMP

SAMARINDA. Isteri-isteri prajurit tiga angkatan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Trikora  Jl. Kusuma Bangsa, Kel. Lingkas Ujung, Tarakan Timur, Kota Tarakan, Senin (24/4/2018).

Ziarah Makam Pahlawan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Pertiwi ke 54 Tahun 2018, dipimpin langsung oleh Ketua Dharma Pertiwi Cabang Samarinda Daerah F Ny. Irham Waroihan yang didampingi oleh Ketua serta jajaran pengurus Jalasenastri maupun jajaran pengurus Pia Ardhya Garini.

Dalam rangkaian ziarah tersebut, selain dilakukan doa bersama serta peletakan rangkaian karangan bunga di tugu monumen Taman Makam Pahlawan Trikora, ratusan anggota Dharma Pertiwi Daerah  juga melakukan tabur bunga di pusara para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan.

“Ya hari ini saya bersama ibu-ibu istri prajurit dari Angkatan Darat, Angkatan Udara serta Angkatan Laut melakukan ziarah makam pahlawan yang bertujuan untuk mengenang kembali atas jasa-jasa yang telah diberikan kepada bangsa dan negara ini,” jelas Ketua Dharma Pertiwi Cabang Samarinda Daerah F Ny. Irham Waroihan.

Menurutnya, tidak hanya sekedar tabur bunga serta melakukan doa bersama, namun makna sakral yang harus ditanamkan oleh seluruh anggota Dharma Pertiwi Daerah  yaitu bagaimana para istri prajurit harus bisa menjadi pahlawan di lingkungan keluarga dan di lingkungan masyarakat.

“Contoh perjuangan dari para pahlawan yang tanpa pamrih berjuang membela bangsa dan negara. Disinilah saya ingin mengajak seluruh anggota untuk mengambil hikmah dari ziarah ke makam pahlawan kali ini,” katanya.

Lanjutnya, banyak terkandung makna penting dan mendalam, di HUT ke 54 Dharma Pertiwi tahun ini, yang dapat dijadikan pembelajaran bagi istri prajurit, baik istri dari Angkatan Darat, Istri dari Angkatan Laut maupun dari Istri Angkatan Udara.

“Pesan penting di Hari UIang Tahun Dharma Pertiwi, tahun ini sudah jelas bahwa kita harus melakukan karya nyata dan melakukan kegiatan positif yang dimulai dari lingkungan keluarga kita masing-masing,” pungkasnya.