Home / Buletin Militer / ‌Pernyataan sikap dan ‌Doa bersama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda se – Kalimantan Timur.

‌Pernyataan sikap dan ‌Doa bersama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda se – Kalimantan Timur.


SAMARINDA. Dalam rangka menyikapi aksi terorisme yang terjadi Mako Brimob dan di Kota Surabaya, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda se-Kaltim menggelar pernyataan sikap dan doa bersama di Ballroom Hotel Bumi Senyiur, Jalan Diponegoro, Senin (14/5/2018).

‌Hadir dalam acara yang mengusung tema “Mari Wujudkan Kaltim Terbebas Dari Aksi Terorisme” tersebut, hadir Pembina Forum Kebangsaan Kaltim Jos Soetomo, Pangdam VI Mulawarman Mayjend Subiyanto, Kapolda Kaltim Irjen Priyo Widyanto, Pj Walikota Samarinda Zairin Zain, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan pemuda, dan para undangan lainnya.

‌Dalam kesempatan tersebut, masing-masing pemuka agama juga berdoa untuk Bangsa Indonesia sesuai ajaran dan kepercayaan masing-masing.

‌Adapun butir-butir pernyataan sikap tersebut, yakni :

‌1. Kami mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi di Mako Brimob dan Kota Surabaya.

‌2. Kami siap menjaga keutuhan NKRI yang ber-Bhineka Tunggal Ika dengan berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

‌3. Kami menolak dan melawan aksi terorisme dalam bentuk apapun di Bumi Etam Kaltim.

‌4. Kami siap menjaga kerukunan antar umat beragama, demi terjalinnya toleransi dan hubungan yang harmonis antar umat beragama di Bumi Kaltim.

‌5. Kami siap mendukung TNI dan Polri untuk menanggulangi dan memberantas aksi terorisme dalam bentuk apapun, guna menjaga kondusifitas wilayah Kaltim yang aman dan damai.

‌Perwakilan Tokoh Agama/Masyarakat Kaltim H. M. Jhos Tomo, mengatakan “Kita harus selamatkan NKRI dari Aksi Terorisme yang dapat mengganggu stabilitas keamanan agar bisa selalu terjalin persatuan dan kesatuan di Negara Republik Indonesia yang sangat kita cintai. Dengan harmoni dimana bumi dipijak maka disitulah langit dijunjung tinggi sehingga kita bisa memelihara persatuan dan kerukunan antara umat beragama yang dapat memelihara rasa toleransi antar umat beragama di Daerah kita, jelasnya.

‌”Teroris kita tidak benci orangnya akan tetapi membenci sifatnya yang sudah beralih ke faham radikal tidak sesuai dengan norma dan ajaran Agama Islam yang menyakiti dan membunuh sesama manusia dan saudara sendiri. Kita harus cinta Negara karena Negara adalah rumah kita yang harus kita jaga sampai dengan titik darah penghabisan.

Sambutan Kapolda Kaltim ‘Mengucapkan terima kasih kepada semua elemen karena ditengah persiapan pesta Demokrasi di wilayah Kaltim masih Aman dan kondusif oleh karena itu tetap kita harus jaga.

‌Kerusuhan di Lapas salemba Mako Brimob menjadi pelajaran kita bersama karena di tempat yang sempit dan dijaga ketatpun para Teroris bisa beraksi oleh karena itu kita harus meningkatkan pengawasan terhadap ancaman teror. Tidak ada satu jengkalpun tanah di Bumi Kaltim ini dapat menjadi persinggahan ataupun tempat menetap bagi para teroris untuk itu mari kita sama sama melaksanakan pengawasan dan merapatkan barisan demi keutuhan NKRI yang kita cintai ini.

‌Kapolda mengajak ” Mari kita merapatkan barisan, menyatukan langkah untuk menjaga keamanan di Bumi Kalimantan Timur sehingga terhindar dari Aksi Terorisme’.

‌Pangdam VI/Mlw, juga mengatakan bahwa “Pertemuan malam ini jangan hanya menjadi kegiatan seremonial semata dan apa yang menjadi Tema pada kegiatan ini jangan hanya menjadi slogan akan tetapi mari jadikan acara ini sebagai ajang pemersatu bangsa yang tidak bisa terpecah dengan ancaman teror bagaimanapun bentuknya”.

‌Dulu kita mengenal teroris adalah dari kalangan orang-orang yang dibawah garis kemiskinan tetapi sekarang kita sudah tidak bisa mengenalnya karena bisa saja mereka melaksanakan teror dalam satu keluarga.

‌”Semua Aparat terkait dari ujung tombak mulai dari RT sampai dengan keatas agar dapat bersinergi menjaga keutuhan NKRI dari berbagai Ancaman Teror oleh karena itu kita harus tetap waspada dan meningkatkan pemantauwan terhadap perkembangan jaringan teroris di wilayah Kaltim agar tidak kembali tumbuh dan berkembang.

‌Sedangkan Gubernur Prov. Kaltim memberikan Apresiasi dan menyambut baik dalam terlaksananya acara ini dan mengucapkan Bela sungkawa terhadap korban Aksi Terorisme di Mako Brimob dan di Surabaya.

‌Aksi Terorisme adalah perbuatan yang sangat Biadab oleh karena itu harus kita lawan jangan sampai terjadi di wilayah Kalimantan Timur. Kaltim menjadi salah satu daerah yang rawan menjadi pertumbuhan Terorisme oleh karena itu mari kita tingkatkan kewaspadaan di Kaltim agar tidak kembali muncul faham Radikal.