Home / Buletin Militer / Di Kaltim, TMMD Hanya di Bontang Fakus Penanggulangan Bencana Banjir

Di Kaltim, TMMD Hanya di Bontang Fakus Penanggulangan Bencana Banjir

BONTANG – Kota Bontang menjadi satu-satunya kota di Kaltim yang mendapatkan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102. Dengan kesempatan itu, TNI mengaku siap membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di daerah.

Dandim 0908/BTG Letkol Arh Gunawan Wibisono mengatakan bahwa TMMD ke-102 ini untuk wilayah Provinsi Kalimantan Timur hanya ada di Bontang. Dengan mengusung tema “Manunggal Membangun Generasi Milenial”. “Untuk wilayah Kodam 06 Mulawarman itu ada dua, yakni di Kaltim dan wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara),” jelas Gunawan di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, usai apel pembukaan TMMD ke-102, Selasa (10/7/2018) kemarin.

Karena program TMMD ini dilaksanakan 2 tahun sekali, maka dilakukan secara bergantian wilayah. Gunawan menerangkan, TMMD merupakan program TNI di dalam membantu pemerintah daerah. Namun demikian, jika pemerintah daerah memiliki proyek pembangunan dan ingin melibatkan TNI, maka pihaknya akan dengan senang hati membantunnya. “Ini kan sebagai karya bakti kami terhadap negeri, hanya saja untuk TMMD ini sudah dijadwalkan dalam kurun waktu tertentu,” ungkapnya.

Sesuai dengan arahan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Dandim Gunawan Wibisono siap untuk melanjutkan program TMMD sebagai karya bakti. Gunawan juga menegaskan, Kodim 0908/BTG siap membantu pemerintah daerah di dalam menertibkan kawasan sekitar sungai. Di mana setiap bantaran sungai yang ada di Bontang sudah banyak terdapat bangunan liar. “Bangunan di bantaran sungai tersebut yang membuat sungai menjadi sempit dan terjadi pengendapan hingga akhirnya membutuhkan normalisasi sungai,” bebernya.

Dengan banyaknya sungai yang mulai sempit dan pendangkalan, Dandim menyebut tentu berpotensi kerawanan konflik sosial. Pemkot pun mendukung Kodim, agar secara kontinu membantu pemerintah untuk mengatasi kerawanan bencana banjir dan kerawanan konflik sosial di Bontang. “Terkait sasarannya memang cukup banyak, tetapi kami khususnya Kodim menampung dan mengakomodir masukan-masukan dari masyarakat,” ujarnya.

Gunawan mengatakan, di Bontang yang sedang urgen ialah penanggulangan bencana banjir. Termasuk kerawanan longsor yang ada di gereja yang akan di paving blok. Nah, lanjut dia, masyarakat yang ingin difasilitasi dapat membuat usulan atau permohonan ke RT, lurah, hingga ke Wali Kota Bontang. Saat rapat forkopimda barulah disampaikan bahwa ada permohonan masyarakat terkait penanggulangan masalah banjir.

Gunawan mengatakan, dalam sasaran TMMD ini,memang bukan merupakan usulan pihaknya. Namun semua itu murni dari masyarakat yang meminta. “Ini benar-benar keinginan masyarakat dan untuk spesifikasinya kami sesuaikan dengan anggaran dari Pemkot Bontang,” pungkasnya.