Home / Buletin Persit / Kodim 0903 Tanjung Selor Ikut Pecahkan Rekor Dunia Senam Poco-Poco

Kodim 0903 Tanjung Selor Ikut Pecahkan Rekor Dunia Senam Poco-Poco

TANJUNG SELOR – Tanjung Selor, ibukota Kalimantan Utara juga menjadi saksi pemecahan rekor dunia senam poco-poco yang dilaksanakan serentak secara nasional, bertempat dilapangan Agatis Jalan Agatis Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kec. Tanjung Selor Kab. Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Minggu (5/8/2018).

Kegiatan senam poco-poco yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan akan di catat dalam Guinners World Record The Largest Poco-poco Dance 2018, selaku panitia Nyonya Ratina Irianto Lambrie ( Ketua Darma Wanita Pemprov Kaltara ) yang diikuti sekitar 1000 orang dengan tema jadilah bagian dari sejarah memeriahkan rekor dunia the Largest Poco-Poco Dance bersama 10. 000 peserta.

Pencatatan rekor dunia itu mampu menunjukkan kepada dunia internasional bahwa poco-poco merupakan budaya asli milik bangsa Indonesia. Senam poco-poco tak hanya ditampilkan pada 5 Agustus ini saja, tetapi juga dipertontonkan pada pembukaan Asian Games 2018 yang jatuh pada tanggal 18 Agustus.

Peserta senam poco-poco terdiri dari OPD Kalimantara Utara, Anggota Kodim 0903/Tsr, Anggota Polres Bulungan, Darma Wanita, Organisasi Persit Kartika  Candara Kirana Kodim 0903/Tsr, Organisasi Bayangkari Polres Bukungan, Masyarakat, siswa-siswi  SMA, SMP dan SDN se Kota Tanjung Selor.

Sambutan disampaikan Ny Ir. H. Rita Ratina Irianto Lambrie mari kita mensukseskan dan mendukung program pemerintah termasuk senam poco-poco yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia yang akan tecatat dalam memecahkan rekor muri.

“Alhamdulillah antusiasme masyarakat kita di Tanjung Selor cukup luar biasa. Pagi-pagi sudah datang meramaikan dan ikut senam poco-poco,” kata Rita Ratinah Irianto, Ketua PKK Kalimantan Utara yang memimpin senam ini. Senam melibatkan empat orang instruktur dengan memakai sedikit sentuhan lokal khas Dayak di kostumnya.

“Jumlahnya kurang lebih 1.000 orang. Itu sudah cukup baik. Kita jangan lihat jumlah pesertanya semata. Tetapi melihat kebersamaan, silaturahminya, dan terpenting adalah manfaat dari sisi kesehatannya,” kata Rita.

Sumber 0903 Tsr