Home / Buletin Militer / Dandim 0910 Malinau Tegaskan TNI Harus Netral, Harapkan Pemilu 2019 Berjalan Lancar

Dandim 0910 Malinau Tegaskan TNI Harus Netral, Harapkan Pemilu 2019 Berjalan Lancar

MALINAU – Memasuki pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden 2019 mendatang, Dandim 0910/Malinau Letkol Kav Yudi Suryatin, S.I.P., M.Si. berpesan kepada masyarakat agar berpartisipasi aktif untuk mensukseskan pesta demokrasi tersebut, sedangkan bagi personel TNI agar dapat bersikap netral.

“Bagi TNI yang tidak memiliki hak pilih maupun untuk memilih tidak boleh berpolitik,” tegas Dandim, saat mengisi materi tentang sinergitas, solidaritas dan promoter bersama tiga pilar (Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa) di gedung Tebengang, Kantor Bupati Malinau, Kamis (8/8/2018).

Apabila ada kepentingan pihak tertentu yang ingin melibatkan prajurit dalam hal berpolitik, Dandim 0910/Malinau menegaskan agar sekiranya tidak ikut di dalamnya. “Kalau ada kepentingan dari pihak tertentu jangan sekali-kali ikut di dalamnya. Jika tidak mengindahkan aturan yang berlaku tentu akan berhadapan dengan  konsekuensinya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Dandim 0910/Malinau berharap melalui forum tiga pilar yang digelar tersebut, dimana Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun Kepala Desa agar dapat bersama-sama saling bersinergi untuk mengawal tahun politik ini secara seksama. “Jadi tahun politik ini sangat penting, bagaimana peran antara Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa untuk bisa mensukseskan Pilleg dan Pilpres mulai dari tahapan awal hingga kegiatan itu selesai,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya  tahapan-tahapan pemilu tersebut agar dapat disosialisasikan nantinya oleh ketiga pilar diatas. “Bagi kepala desa juga bisa mensosialisasikan bahwa keterlibatan anggota TNI maupun Polri hanya sebatas menjaga keamanan di wilayahnya. Paling tidak saling mengingatkan, bersinergi demi terlaksananya pemilihan itu”.

Tak hanya itu, Dandim juga berpesan kepada seluruh masyarakat melalui aparat pemerintahan khususnya yang ada di setiap desa agar mewaspadai berita-berita bohong atau hoax. Apalagi di era digitalisasi saat ini, tentu melalui smart phone yang dimiliki  banyak beredar informasi yang belum tentu kebenarannya. “Jadi berita yang diterima harus diwaspadai dan diantisipasi terhadap dampak-dampak yang mungkin ditimbulkan, jangan sampai terjadi gejolak yang merugikan di wilayah Kaltara khususnya di Malinau ini,” pungkasnya.

Sumber Dim 0910 Mln