UPACARA BENDERA 17 AN PANGLIMA TNI INGATKAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL

Print

SAMARINDA- Kepala Staf Korem 091/Aji Surya Natakesuma Kolonel Arh Rikas Hidayatullah bertindak selaku inspektur Upacara bendera 17 an yang dilaksanakan pada Senin 17 April 2017 di lapangan Upacara Makorem 091/Aji Surya Natakesuma.

Sedangkan pasukan upacara 17 an terdiri dari kelompok Pamen, Pama/Bati/Kowad, Korsik, Ton Denpom VI/1, Kodim 0901/Samarinda, Balak Aju, Korem 091/ASN, Yonif 611/Awang Long, PNS putra dan putri.

Upacara berlangsung khidmat, dengan urutan acara pembacaan teks Pancasila oleh Irup dan diikuti oleh seluruh peserta Upacara dilanjutkan dengan pembacaan UUD’45, Sapta Marga dan Panca Prasetya Kopri.

Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI  Gatot Nurmantyo pada upacara bendera 17 an bulan April 2017 yang dibacakan Kasrem 091/ASN Kolonel Arh Rikas Hidayatullah menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada para Prajurit dan PNS TNI atas kinerja yang tidak pernah surut, hal ini menunjukkan sebagai insan yang bertakwa, setia dan rela berkorban dengan tulus ikhlas bagi bangsa dan negara, diharapkan kesetiaan ini harus melekat sepanjang hayat dalam sanubari kita semua. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugas kemanusiaan membantu korban bencana alam tanah longsor di Ponorogo.

Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi serta munculnya kelompok baru Cyber Narcoterorism menggunakan dunia maya sebagai wahana untuk mengedarkan dan menyalahgunakan narkotika yang hasilnya untuk membiayai kegiatan terorisme. Panglima TNI mengingatkan, kejahatan lintas negara ini akan menjadi ancaman serius dan sangat berbahaya bagi bangsa Indonesia.

Selain itu semakin masifnya penggunaan media sosial yang menjadi medan pertempuran baru. Penyebaran informasi dan berita bohong (hoax) melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan, ke-Bhineka Tunggal Ika-an dan munculnya radikalisme. Untuk membentengi menyebar berita bohong (hoax) tersebut, prajurit dan PNS TNI jangan mudah percaya terhadap berita bohong, percayalah kepada komandan satuan. Prajurit dan PNS TNI harus cerdas, pandai memilah dan memilih berita yang positif dan bermanfaat.

Untuk itu Panglima TNI memerintahkan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI agar tidak mengunggah gambar, foto dan video yang tidak pantas untuk ditonton, karena hal ini dapat merugikan citra TNI di masyarakat. Pedomani dan laksanakan ketentuan-ketentuan penggunaan media sosial yang dikeluarkan oleh pimpinan TNI.(Penrem 091/ASN).

 

 

Translate

Saat ini

August

22

Tuesday

Pencarian

Visitors

TodayToday498
YesterdayYesterday445
This_WeekThis_Week639
This MonthThis Month16326
TotalTotal499264
Your IP 54.158.245.157
US

Online

We have 77 guests and no members online