Info Yonif 611/Awang Long

PRAJURIT TNI DI PERBATASAN TERIMA DUA PUCUK SENJATA API DARI PEKERJA PERKEBUNAN SAWIT DAN BURUH

 

 

 

Senjata tersebut diserahkan oleh Abdul Hafiz (38), warga Nunukan, Kalimantan Utara yang bekerja di perusahaan sawit yang terdapat di Malaysia.  Hafiz sehari-hari keluar masuk perbatasan dan melintas di Pos Bambangan. Hal itulah yang membuat Hafiz dan prajurit TNI di pos tersebut menjadi akrab.

 

"Karena sering laporan lintas batas di pos Bambangan maka terjalin kedekatan bersama anggota pos. Dan, saat ngobrol-ngobrol anggota tanya tentang berburu hewan di tempat kerjanya, saat itulah akhirnya Pak Hafiz cerita memiliki senjata api," ungkap Dansatgas Pamtas Yonif 611/Awl, Letkol Inf Sigid Hengki Purwanto.

 

Mengetahui hal itu, anggota TNI disana langsung memberikan pengertian tentang kepemilikan senjata api menurut UU.Mendapat masukan tersebut, Hafiz pun sadar tentang kepemilikan senjata api yang dilarang.

 

"Setelah mendapatkan penjelasan, pak Hafiz lantas langsung mengambil senjata rakitan miliknya dan menyerahkannya kepada Danpos Bambangan," tutur Dansatgas."Sehabis menyerahkan senjata itu, Pak Hafiz langsung menuju tempat kerjanya di Camp Hengan, yang berada di kawasan Malaysia," tambahnya. 

Selanjutnya Dansatgas menyampaikan pula di waktu bersamaa di pos Salang juga menerima penyerahkan senjata api rakitan (Penabur) secara sukarela dari warga An. Bpk Ruslan, 27 thn, Islam, Buruh, Ds. Sebulu Kec. Tulin Onsoi Kab. Nunukan. Penyerahan senjata ini pada saat anggota Satgas melaksanakan karya bakti membangun TK di Desa Sebulu.

Saat anggota Satgas melaksanakan karya bakti mencurigai tas yg dibawa oleh salah satu warga yang juga ikut membantu dan anggota menanyakan apa isi dalam tas tersebut. Dengan gugup dan takut Ruslan menjawab bahwa didalam tas tersebut adalah senjata penabur yang telah lama tidak digunakan dan akan di simpan di pondok kebun sawit miliknya.

Pukul 14.30 Wita, Karya bhakti selesai anggota beranjangsana kerumah Ruslan guna memberikan penjelasan tentang kepemilikan senjata api rakitan adalah melanggar undang undang dan apabila disalah gunakan maka dapat dipidanakan. Bila diserahkan dengan baik dan sukarela maka tidak akan terjerat hukum dan akan kita lindungi.

Selanjutnya Ruslan mengambil senjata tersebut dari kamarnya dan menyerahkan secara sukarela kepada Danpos Salang ( Letda Inf Iqbal Firdaus).

(Satgas Yonif 611/Awang Long).

 

Translate

Saat ini

August

22

Tuesday

Pencarian

Visitors

TodayToday494
YesterdayYesterday445
This_WeekThis_Week635
This MonthThis Month16322
TotalTotal499260
Your IP 54.158.245.157
US

Online

We have 36 guests and no members online